Archive | Life RSS feed for this section

2013 in review

19 Jan

Terimakasih untuk semua visitor yang sudah mampir ke blog aku… dan juga untuk yang sudah kasih comment di blog aku.

Alhamdulillah hasil review 2013 bagus 🙂 Thank you for all visitors 🙂

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for my blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 29,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 11 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Advertisements

Pengalamanku mengurus Jamsostek di Cileungsi.

6 Sep

Kamis, 5 September 2013.

Niatnya jam 5 subuh sudah berangkat dari rumah. Tapi akhirnya jam setengah 6 baru berangkat. Itupun balik lagi ke rumah karena papa nelpon menanyakan kunci lemari. Ternyata tanpa sadar karena sudah kebiasaan kunci lemari aku bawa padahal suami aku belum ambil baju. Ha ha ha…

Jadilah aku sampai di kantor Jamsostek jam 6.15 pagi. Disana sudah ada banyak orang. Kantor jamsostek di Cileungsi letaknya kalau dari arah cibubur gak jauh setelah Giant Metland Cileungsi dan ada disebelah kanan kita. Jadi diseberangnya Giant Metland. Begitu nyampe aku naro dokumen ke pak satpam. Belom dikasih nomor antrian dan menunggu saja di halaman parkir jamsostek.

 

Berikut ini isi dokumennya (dimasukkan dalam 1 amplop besar) yang aku serahkan ke pak satpam Jamsostek:

–         Kartu Peserta Jamsostek: asli dan 1 fotokopi

–         Surat Pengalaman Kerja / Parklaring: asli dan 1 fotokopi

–         KTP: asli dan 1 fotokopi

–         KK: asli dan 1 fotokopi

–         Buku Tabungan Bank: asli dan 1 fotokopi (jika memilih pembayaran jamsostek lewat transfer bukan tunai. Yang difotokopi hanya halaman pertama yang ada tertulis nama dan nomor rekening kita)

–         Pulpen untuk mengisi formulir.

 

Jam 6.30 diperbolehkan masuk ke kantor jamsostek dan duduk di kursi yang disediakan (kursinya banyak kok jadi jangan takut gak kebagian). Lalu mulai dipanggilin satu-satu namanya sesuai yang tertulis di dokumen. Jam 6.44 (hapal soalnya tercetak di kertas antrian) giliran aku dipanggil pak satpamnya. Pak satpam ambil kertas antrian dari mesin untuk print-out kertas antrian. Lalu pak satpam menanyakan “Sudah isi formulir belom?”. Aku jawab “Belom”, lalu aku diberikan formulir untuk diisi. Waduh ternyata aku dapat nomor antrian 41. Aku kemudian balik duduk dan mengisi formulir sambil menunggu loket buka yaitu jam 8. Yang diisi di formulir adalah data-data identitas kita dan nomor jamsostek serta pilihan pembayaran. Setelah selesai isi formulir aku keluar untuk cari sarapan di dekat-dekat situ. Aku sarapan ketoprak he he he. Saat balik duduk antrian baru nomor 16an. Terkantuk-kantuk menunggu karena ruangannya cukup dingin ada AC dan cukup nyaman. Akhirnya jam 10.45 nomor antrianku 41 dipanggil maju ke loket. Amplop dokumen aku berikan ke mbak karyawan jamsostek. Kemudian dokumen diambil sama mbaknya dan amplop dikembalikan. Sambil ngetik2 mbaknya nanya2 seperti wawancara  hi hi hi, yang ditanya nama kita, tahun berapa mulai bekerja di kantor ybs, tahun berapa resign di kantor ybs, nama ibu kandung sesuai di KK. Setelah itu dikasih liat print-out saldo jamsostek kita tapi gak boleh kita bawa. Lalu kata mbaknya kalau tidak ada telepon dari saya memberitahukan tentang pembayaran, berarti ibu menunggu uang jamsostek ditransfer dalam 4 hari kerja.

Alhamdulillah lancar dalam satu hari selesai urusan pencairan uang jamsosteknya. 🙂 Walau sempat dimasalahkan ama mbaknya karena kartu jamsostek aku ada dua di kantor aku itu. Soalnya jamsostek aku pernah di stop. Trus gak berapa lama ganti presdir dilanjut lagi jamsosteknya. Tapi HRD gak perpanjang nomor Kartu Peserta Jamsostek aku malah bikin kartu baru. Mbaknya memutuskan mengisi formulir revisi dan aku tandatangan. Aku juga infokan kalau kantor aku tersebut sudah tutup. Mungkin jika kantor lama aku itu masih jalan, aku disuruh mbaknya balik lagi minta urus formulir revisi ke kantor lama aku. Untuk saldonya di merge dari kedua nomor KPJ aku dikantor lama.

Semoga lancar ya untuk yang sedang atau akan mengurus mengambil uang jamsostek. Yang penting dokumen2 yang aku sebutkan diatas lengkap. Jika tidak lengkap ditolak ama petugas jamsostek dan disuruh balik lagi jika dokumen sudah lengkap.

Oh ya, setelah selesai kartu jamsostek kita diambil ama mbak petugasnya sedangkan dokumen asli surat pengalaman kerja, KTP, KK, buku tabungan dikembalikan ke kita.

 

 

Ramadhan penuh berkah

19 Aug

Sempat mikirin saat dekat-dekat ramadhan… apakah zani bisa berpuasa tahun ini… Ternyata semuanya berjalan dengan mudah. Tanpa harus mama bujuk-bujuk… Zani sudah puasa penuh sampai hari ini.

Hari pertama, sahurnya semangat, tarawehnya juga. Setelah itu, memang agak susah bangunin untuk sahurnya. Jadi mama bangunnya harus cepat supaya ada waktu untuk bangunin Zani sahur. Alhamdulillah tugasnya bisa gantian ama uti. Cuma Zani taraweh dan sholatnya seminggu ini males-malesan. Kalau puasanya Zani ga rewel… selalu sabar nunggu bedug. Saat ini Zani kelas 3 SD (umur 7 tahun 9 bulan).

Salsa sudah TK A. Sekolahnya rajin. Cuma kalau udah bangun terus keasikan nonton tv, Baby First channel – TV Aora, susah untuk nyuruh mandinya. Tapi kalau sudah mandi… pakai seragam rapih dan cantik, gampang ngajak berangkat sekolahnya. Alhamdulillah seragam XL nya muat, kalau engga harus pesan ukuran diatas XL yaitu ukuran diukur badan lalu jahit, harganya pun beda. Ingat waktu pertama mama antar Salsa sekolah. Mama ijin masuk kerja siang. Sama seperti waktu pertama mama antar Zani sekolah, mama bawa Handy Cam. Guru-guru TK. Tunas Ceria masih inget sama Rani. “Raninya kurus kok adeknya gemuk ya…” sambil tersenyum. Dulu Zani lancar dan engga nangis. Pas Salsa ini, waktu nunggu bel masuk, masih santai main-main. Tapi perosotan ga mau, ga tau deh kenapa, mungkin masih belum berani. Setelah bel masuk, dan waktunya berbaris, salsa masih tenang ngikutin irama gurunya, disuruh loncat ya loncat, tunjuk tangan ya tunjuk tangan. Nah, pas waktunya masuk kelas, pas duduk, Salsa nangis… Ya udah aku stop dulu handy camnya trus nyamperin Salsa. Ha ha ha, akhirnya aku telpon Uti. Lalu terpaksa dipangku Uti deh… Saat aku tinggal untuk berangkat kerja, Salsa sudah ga nangis. Cuma duduknya di depan deket pintu keluar, dipangku Uti. Dikantor, aku telpon Uti, ternyata saat pelajaran menggambar, Salsa mau duduk tenang dan gurunya bilang hasil mewarnai Salsa sudah bagus, “wah, Salsa sudah bisa ikut loba mewarnai nih”

irNita 19 Agustus 2011

The clue about what is my expectation.

10 Feb

This is the clue:

The going GETZ better. 

 

my clue

my clue

Aku hampir kecopetan

13 Jan

Terjadi pada hari Jumat, 9 January 2009. Jam 10.20 AM.

          Ir pulang kerja jam 10 pagi setelah mendapat ijin dari bos direktur. Ijin ini karena salsa sakit diare (kemungkinan penyebabnya masuk angin atau karena makan jajanan agar-agar yang bukan merek terkenal tapi kemasannya lucu banget—tapi gak lucu lagi setelah tau agar-agar itu kemungkinan menyebabkan anakku diare). 

          Jalanan lancar dan sepi. Setelah aku sampai di Nagrak (Ciangsana), aku naik angkot 02B menuju vila nusa indah 3. Sepertinya aku harus milih angkot yg mangkal setelah belokan karena kalau nunggu angkot yang langsung dari setopan di pinggir jalan nagrak gak mungkin soalnya orang-orang yang nunggu gak ada. Angkot mangkal ini biasanya lamaaaaa baru jalan (nunggu sampai penuh poll). Di depan selain supir ada 1 orang kakek yang duduk. Di kursi belakang cuma aku. Aku duduk di bangku 6. Ternyata angkotnya kemudian jalan walaupun baru ada 2 penumpang. Aku merubah posisi tas supaya aman walaupun angin sepoi-sepoi membuat aku kadang-kadang kebawa lamunan (Mikirin keadaan salsa). Tapi aku terusik ketika ada 1 penumpang, seorang bapak gendut dan besar (aku sebut copet1), yang belum lama naik yang megangin perut, dan mulutnya seperti orang yang mau….. muntah. Iiiiiiiyyyyyy banget. Aku geser sedikit menuju belakang supir karena orang ini mau membuka kaca. Tapi anehnya dia cuma ngomong “buka kaca…buka kaca…” tanpa tangannya bergerak untuk membuka. Sepertinya bapak itu ingin aku yang membukakan. Tapi berhubung aku paling anti ama muntahan, jadi egois aku taro di urutan pertama (dalam hati: “biar aja dia buka kaca sendiri, aku takut kena…iiiyyyy). Aku geser semakin dekat persis dibelakang kursi supir.

          Kemudian bapak itu sibuk lagi sambil “o’..o’…uweeeek” ngomong juga yang ditujukan ke Ir: “minta tissu mbak, ada tissu?”. Aku pun kasihan (plus jijik) dan mencoba mencari tisu di tas. Tas ku ini penuh selalu, semua barang-barang yang ingin aku bawa kemana-mana ada disitu. Sambil mataku sibuk mencari di tas, mataku juga melihat bapak itu memandangi isi tas aku dengan menggerakkan kepalanya kearah tas. 

Langsung aku bilang “Gak ada tisu pak, habis”. 

Bapak tadi: “Minyak angin mbak, ada gak”

Aku: mengulurkan tangan meminjamkan remason. Setelah bapak itu pakai dan mengembalikan padaku, dia muntah-muntah lagi. Aku langsung pindah ke bangku 4, dimana disitu ada bapak2 lain duduk dipojok deket kaca (aku sebut copet2), dan 1 pemuda dipojok deket kaca satunya (aku sebut copet3 – pemuda ini rapi, pake kaos dan topi). Dan entah kenapa 1 pemuda dibangku 2 ikut pindah kesebelah ku (aku sebut copet4 – pemuda ini agak cakep dan suka senyum-senyum). Jadi posisi duduk aku ditengah. Dikiri copet4 dan dikanan copet3. Aku kira pemuda ini takut kena muntah.

Aku:”pak, turun aja dulu kalau mau muntah. Nanti saya kena nih”

copet3: “buka kaca…buka kaca…”

aku: dalam hati: “buka aja sendiri, kaca angkotkan susah dibukanya, keras”

copet 2 dan 3: tutup hidung.

Aku: ikutan tutup hidung sambil jaga jarak kaki supaya gak kena mutah.

copet1: muntahnya bukan keluar kaca, tapi ketengah-tengah angkot, dan yang bisa keluar dari mulutnya cuma… lendir. Iiiiyyyy banget.

Aku: Tapi…, tas aku ketutupan tas copet4 (tas hitam, berbentuk kotak). Aku tarik supaya gak ketutupan lagi. Eeeeehhhh, ternyata, resleting tas aku udah kebuka 1/3nya

Aku: “Astaghfirullah Alaziim”

Buru-buru aku cek keberadaan benda berharga aku (1hp SE K618i, 1hp esia dan dompet). Aman… masih lengkap.

          Baru mau aku gerakin tangan untuk nyetop angkot walaupun belum nyampe rumah, aku mau ganti angkot lain aja. Tapi copet4 sudah ngomong “Stop bang”. Huh, iya, bener, sebaiknya loe turun aja, dasar copet! (dalam hatiku). cuma beda 100 meter, copet 1 turun. 100 meter kemudian copet 3 dan 4 bareng turun.

          Ini kisah nyata. Ini juga pengalaman pribadi aku sendiri ketemu dengan empat gerombolan copet. Jadi sangat tepat jika kita curiga sama orang-orang yang kelakuannya mengganggu kita di angkot. Usaha keempat copet itu menyuruh buka kaca juga upaya mereka untuk mengalihkan perhatian aku. Supaya aku memalingkan muka, konsentrasi buka kaca, dan salah-satu dari mereka bisa membuka resleting tasku, dan mengambil barang berharga aku. Jangan sampe deh kita tertipu sama copet dimanapun kita sedang beraktivitas.

Betapa KEJUJURAN merupakan falsafah hidup yang Utama.

23 Oct

Jujur itu berarti mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran.

 

Bukti nyata kenapa ‘JUJUR’ harus dijadikan falsafah hidup yang Utama:

-Masalah melamin yang dijadikan bumbu untuk membuat makanan. Ini terjadi karena produsen susu, biscuit ingin membohongi kadar protein yang terkandung didalamnya. Jika kebohongan ini tidak terungkap bisa dipastikan persentase orang bahkan bayi berpenyakit ginjal sangat tinggi.

-Masalah korupsi. Sampe akhirnya dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

-Tindakan Selingkuh. Akan banyak orang frustasi dan patah hati karena telah dibohongi pasangannya. Akan bertambah banyak perceraian.

-Polisi yang melakukan pungli terhadap orang-orang yang mau membuat ataupun memperpanjang SIM. (walah…padahal penulis belum punya SIM. Tapi udah survey). Jika ini dibiarkan maka percuma saja kita bayar pajak kepada Negara.

 

Biasanya jika melihat anak terjatuh maka spontan orangtuanya berkata “Oh, tidak apa-apa! Anak pintar, tidak sakit kok! Jangan nangis, yach!”. Perkataan orangtuanya ini bohong dengan tujuan supaya anaknya tidak menangis. Orangtuanya juga berpendapat “tidak jujur tetapi untuk kebaikan”. Sang anak karena masih kecil belum memahami kalau orangtuanya bohong. Hal ini sekilas wajar. Tapi dampaknya bagi anak-anak sangatlah tidak wajar. Mengingat sang anak kelak akan tumbuh dewasa dan mengejar cita-citanya dengan kecerdasan yang dimilikinya dan dengan pengalaman hidup yang dijalaninya sewaktu kecil. Mungkin ada alternatif lain yang bisa digunakan misalnya “Oh, jatuh ya, mana yang sakit, sini diberi obat agar tidak sakit”, dengan tanggapan yang demikian kita mendidik anak untuk mengerti suatu permasalahan, bahwa dia jatuh dan sakit dan perlu diobati dan kita tidak berbohong.


Hal lain terjadi jika seseorang berhadapan dengan oknum criminal seperti pencuri, perampok yang jelas-jelas bukan orang baik maka tidak jujur menjadi hal yang baik.

Contoh kasus: Jika misalnya terjadi perampokan, dan si perampok menyuruh orang itu menyerahkan seluruh harta bendanya. Apakah orang itu harus jujur mengatakan bahwa ada sejumlah uang yang disimpan di lemari tersembunyi? Ya, tentu saja tidak. Percuma jika orang itu jujur terhadap orang yang sedang melakukan perbuatan tidak baik.

Adalah pilihan baik jika seseorang berani mengakui suatu tindakan bohong yang telah secara diam-diam dilakukan dan ternyata ketahuan. Tindakan selanjutnya yang disarankan adalah mengucapkan kata ‘maaf’ untuk mengakui atas perbuatan salah yang telah dilakukan dan mengutarakan alasan kenapa terpaksa berbohong.

 

Itulah kenapa orangtua selalu menasehati anak-anaknya supaya harus menjadi orang yang jujur.

A note for my daughters: Whatever the reason you have in mind, Please be honest to mama. I will take all the risk for u.

Berita Baik di kantor PSU.

23 Sep

 

Setelah 9 bulan memangku jabatan sebagai bagian dari divisi HR dan IT, akhirnya it is the day when i have to decide the opportunity to move to another division with raise income.

My Bos: “Yang dibutuhkan disini adalah kejujuran”, “Saya susah sekali mencari orang yang jujur”, “Jadi jika Nita setuju untuk menjadi IT & Procurement M** saya akan suruh HR untuk membuatkan surat pengangkatannya, dengan gaji sekian”. “Karena jabatan ini sedang dibutuhkan perusahaan, kita sudah mulai banyak membeli barang, dan saya butuh orang yang jujur untuk menangani masalah pengadaan barang ini”

Ir: “Saya setuju, tapi pak saya gak ngerti kerjaan procurement itu seperti apa. Tapi kalau Bapak ngajarin, saya pasti bisa”

My Bos: “O, iya, procurement itu seperti ini…, bla… bla… bla…”, “Jadi gimana setuju?”

Ir: “Iya pak, saya usahain bisa”

My Bos: “Yang penting bukan usahanya. Yang penting kejujuran. Ya?”

Ir: “Iya Pak, saya setuju”.

—–setelah Ir duduk kembali di meja kerja —–

Merenung:

“Iya juga sih, Ir kompeten, kalau memang requirementnya cuma ‘jujur'” (masa sih?)

“Padahal Ir tadi sampe kantor telat, tapi izin siy, lewat sms” (apa hubungannya?)

“Padahal Ir sudah mulai menguasai isi pasal-pasal UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.”

“Padahal Ir pernah ngebayangin menjadi ahli di bidang HR”

“Ir juga udah jadi bagian milis HR, walaupun masih pasif sebagai pembaca”

“Gak bisa ngasih Surat Teguran lagi kalo ada karyawan yg telat atau mangkir”

“Gak bisa bagi-bagi SP ke karyawan lagi donk”

“Tapi….”

“Tawaran Sallarynya itu…”

“Lagian aku kan sudah nanganin juga pancatatan keluar masuknya inventaris IT”

“Ternyata bos Ir bagus juga ya, bisa menilai competency orang, Ini orang pantesnya di bagian apa nih… gitu lho”

Dan setelah mengumpulkan informasi di mbah Google, Ir tahu yang akan Ir tangani itu :

 

memastikan agar proses pengadaan berjalan dgn lancar shg produk dan jasa yg dibutuhkan bisa didapat di saat yg tepat, dalam jumlah yg tepat, dgn kualitas yg tepat dan dgn harga yg tepat.

“Ir bakalan jalan-jalan ke suplier gak ya?”

“Gak tau dey”

“Yang penting…”

“Ir bahagia mendapatkan posisi ini dan akan ada kesibukan baru, gaji baru juga… he he he”

“Semakin SeMaNgAt!!!

Ir udah cerita sama suami. Eiy, dia minta traktir di Pizza Hut. Dealnya nanti malam di Pizza Hut baru didaerah Nagrak arah ke cileungsi sebelum Kota Wisata. Rani ikutan. We will celebrate my new position and new salary. Wanna Join us?

Sweetheart Ransa Shop

Fashion for your sweetheart kids

The TraveLearn

- learning by traveling -

SEMANGAT YANG MENYEGARKAN

seperti aroma teh yang membantu hadirkan inspirasi

Warung Gado-gado Ilmu

Jelajahi dunia ilmu tiada jemu n_n

Cita Lentera

...Berbenah dan Bersemangat...

From Heart to Heart

... mencintaimu, dengan caraku sendiri

Serba Serbi Keluarga Dharmawan

Keseharian Keluarga Dharmawan

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.